EnglishFrenchGermanItalianJapaneseKoreanRussianSpanish

“Gula Tebu Krayan"

Ibu-ibu PKK tergabung dalam kelompok tani di Long Umung memproduksi gula tebu secara sederhana. Kebanyakan warga Krayan menggunakan gula tebu ini untuk dicampurkan sebagai pemanis minuman dan juga campuran untuk membuat kue.

“Kerbau Berkubang"

Kerbau merupakan salah satu jenis ternak penting di Krayan, kegunaannya yang sangat beragam mulai dari pengangkut kayu bakar dari hutan, transportasi, sebagai bahan pangan sampai pelengkap kegiatan seremonial adat maupun keagamaan.

“Sumber Daya alam Long Umung"

Long Umung kaya akan keragaman hayati, udara bersih dan segar serta tanah yang subur, sungai mengalir melintasi desa, dikelilingi pengunungan / bukit, air terjun dan sumbermata air bersih dan hutan. Produk khas dari desa ini adalah garam gunung, obat herbal dan padi adan yang di sukai oleh negara tetangga.

“Perkebunan Nanas"

Long Umung salah satu Lumbung Pangan di Krayan dikenal sebagai penghasil sayur dan buah-buahan lokal untuk kebutuhan sendiri dan dijual keluar desa. Long Umung memiliki tanah yang subur dan mudah ditanami sayur sayuran serta buah buahan lokal seperti perkebunan nanas, tebu, pisang dan manggis.

“Lokasi Long Umung"

adalah salah satu kawasan di Kec. Krayan Timur, Kab. Nunukan, Kalimantan Utara. Daerah ini terletak di perbatasan Indonesia - Malaysia. Disebut Lokasi Lung Umung karena  terdapat 7 desa lainnya bersama desa Long Umung yang merupakan desa berkembang.

Kades: 50 Juta Untuk BUM Desa Kebebu

17 Juni 2021, Laman Inspirasi

Desa Nanga Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaaten Melawi sedang membangun Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang mengelola sumber daya alam yang ada di desa. Tahun 2021 ini telah mengucurkan penyertaan modal dari Dana Desa (DD) sebanyak Rp. 50.000.000. Hal ini diungkap Kepala Desa Nanga Kebebu, Ari Susanto mengatakan saat talkshow di chanel Youtube Laman Inspirasi yag diupload 17 Juni 2021. “Ada beberapa unit usaha yang akan dikembangkan yakni madu kelulut, sirup asam maram, voucher wifi, ekowisata danau Kubor, hutan pinus dan hutan Rasau Sebaju. Mimpi kita banyak di BUM Des,” ungkap laki-laki yang akrab disapa Ari ini, seraya mengungkapkan unit usaha ini muncul setelah melakukan kajian potensi dan kebutuhan desa yang dibantu sama WWF Indonesia dan SuaR Institute. 

Selain melakukan kajian potensi dan kebutuhan, juga bahas nama BUM Desa. Disepakati nama BUM Desa Lantank Nyadi Khanso. Artinya bibit yang tumbuh luar biasa. Lantas diungkapkan Ari, pendirian BUM desa ini telah dilengkapi dengan Perdes pembentukan BUMDes yang didalamnya diatur peyertaan modal. Bahkan, telah dibuat AD-ART dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kata Ari, dalam AD-ART telah dibuat aturan terkait dengan bagi hasil. Paling tidak secara umum ada dua pembagian, yakni ke BUM Des dan masuk ke Pemdes Nanga Kebebu. Dana yang masuk ke Pemdes ini nantinya berupa Pendapatan Asli Desa (PAD). “Keuntungan ke desa menjadi PAD. Ini nanti dipergunakan untuk membangun desa,” ujarnya Ari berkeinginan agar BUM Desa Lantank Nyadi Khanso ini bisa berkembang dan maju. Sehingga PAD Desa Nanga Kebebu pun bisa menjadi besar. PAD ini terang Ari akan dipergunakan pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan. “Kita baru mulai, baru membenahi aturan-aturan,” pungkasnya (*)